its funny how love seems to come and go in just a blink of an eye. its also funny how love can make feel pain even worse and sometimes it can heal in a second (by tole suny)
well, it sounds make sense for me, secara sejak kapan cinta menjadi makhluk sopan?, dia bisa datang dan pergi or berpindah kapan saja, dalam hitungan seper detik bahkan, mana pake bawa virus penyakit pula, gimana ndak, dia capable banget bikin manusia seneng tiba-tiba, nyengir sendirian, tapi kadang ga jarang dia menyakiti, bikin konsentrasi mudah buyar, marah mendadak coz efek cemburu yang dihasilkan mungkin, dikit-dikit bad mood…dikit-dikit bad mood, bad mood kok cuma dikit-dikit? (hehehe..opo toh iki??) :p or even perasaan hampa seketika ketika cinta memutuskan untuk berakhir, seolah-olah seberapa banyak kenangan yang pernah ditorehkan tidak prnah singgah, menguap bak asap yang terbang oleh hembusan anging…wuusshh..pheesss…hilang….tak terlihat dan nyaris tanpa jejak…
ketika cinta beranjak pergi, dan berjalan beriring dengan cinta lain dari dekat kita, sesungguhnya dia tidak pernah berniat untuk menghianati. justru dia telah jujur bahkan teramat jujur. hanya saja kita sering mau yang palsu..asal sesuai dengan ego dan hasrat kita. padahal saat itulah masa terbaik dimana kita bisa menunjukka ketulusan hati akan cinta, memang sakit dan mungkin meremukkan dinding kalbu. Tapi bukankah setiap cinta juga ingin mengejar bahagia??
tapi selalu ada alasan yang kadang sulit untuk dimengerti akan cinta yang tak bertemu. bahkan ada yang pernah bilang, ketika Tuhan mengambil cinta dari kita, Dia akan memberi cinta yg lebih baik, lebih indah dan lebih menentramkan sebagai gantinya. why dont we try to believe that??
relakanlah cinta ketika telah tiba saatnya dia pergi, mencoba merenungkan perjalanan indah yang ada untuk menemukan putihnya, berusaha keras menjauhkan rasa sakit sebab cinta tak untuk bermuara pada benci, tidak salah berhenti sejenak untuk meminta dan lekas mulai memberi, dan kelak kita akan kembali bahagia